Ketahuan Kunjungi Kuil Beramai-ramai di Tengah Wabah Covid-19, Istri PM Jepang Dikritik


GO1news.com | Istri Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe mendapat kecaman di media sosial setelah dilaporkan mengunjungi sebuah kuil bersama sekira 50 orang bulan lalu. Laporan itu semakin menambah ketidaksetujuan publik tentang bagaimana perdana menteri menangani krisis virus corona (COVID-19).

Dukungan untuk PM Abe telah menurun karena apa yang disebut para pengkritik respons yang lemah dan lamban terhadap wabah Covid-19. Dia juga mendapat kritik luas karena unggahan-unggahannya di media sosial yang dianggap tidak peka dengan kondisi warga di tengah krisis yang tengah terjadi.

Istri Abe, Akie, menjadi topik trending di Twitter Jepang pada Kamis (16/4/2020), setelah sebuah majalah mingguan melaporkan ia telah mengunjungi sebuah kuil di barat daya Jepang pada 15 Maret.

Kunjungan itu dilaporkan terjadi dua pekan setelah suaminya meminta sekolah-sekolah untuk tutup dan penyelenggara membatalkan atau membatasi acara, meski saat itu PM Abe belum menyatakan keadaan darurat.

“Sekolah ditutup pada waktu itu tetapi istri perdana menteri tampaknya memiliki terlalu banyak waktu kosong. Anak-anak terjebak di rumah. Ini adalah memalukan Jepang," kata seorang pengguna media sosial."Jika dia terinfeksi karena ini, apakah dia akan mendapatkan perawatan khusus dengan perawatan medis kelas tinggi?" kata pengguna lain.

Diwartakan Reuters, juru bicara kantor Perdana Menteri Abe belum dapat memberikan komentar, sementara perwakilan untuk Akie Abe belum bisa dihubungi.

Akie Abe, yang sering menuai kontroversi, juga dikritik setelah foto-foto dirinya sedang di sebuah acara menonton sakura muncul ke publik, meski ada seruan agar orang-orang tetap di rumah. Namun, Abe membela sang istri, mengatakan itu adalah pertemuan pribadi di sebuah restoran. 

Survei NHK yang diterbitkan pada Senin (13/4/2020) menunjukkan dukungan untuk kabinet Abe turun menjadi 39%, turun empat poin dari sebelumnya.

Sebanyak 75% responden mengatakan bahwa respons Abe yang mengumumkan keadaan darurat pada 7 April untuk mencegah penyebaran Covid-19, terlambat dilakukan.

Akhir pekan lalu Abe juga memicu kemarahan warganet di Twitter setelah membagikan video dirinya bersantai di sofa dengan anjingnya, minum teh dan membaca, dengan pesan yang memberi tahu orang-orang untuk tinggal di rumah. Pesan itu dianggap tak peka dengan kondisi kebanyakan warga Jepang yang mengalami kesulitan di tengah penguncian. (okz)

LihatTutupKomentar